Harapan dalam Terang Iman
Refleksi Seorang Alumni Angkatan 2021 dalam Perspektif Teologi Katolik
SMA Negeri 3 Lamba Leda bukan hanya ruang akademik dalam perjalanan hidup saya, tetapi juga medan pembentukan manusia seutuhnya. Sebagai alumni tahun 2021, saya melihat sekolah ini sebagai tempat di mana akal budi, karakter, dan harapan saya bertumbuh. Dalam terang iman Katolik, pengalaman ini memiliki makna yang lebih dalam. Pendidikan adalah bagian dari karya keselamatan Allah bagi manusia.
![]() |
| Foto Hendrianus Jerinus Pahur, Alumni SMAN 3 Lamba Leda. |
Gereja Katolik mengajarkan bahwa setiap manusia diciptakan menurut citra dan rupa Allah (Imago Dei; Kej. 1:27). Artinya, setiap peserta didik terrmasuk siswa-siswi SMAN 3 Lamba Leda memiliki martabat yang luhur dan tidak dapat direndahkan oleh kondisi geografis, ekonomi, atau keterbatasan fasilitas. Kesadaran inilah yang secara tidak langsung saya alami selama bersekolah. Saya diajar untuk percaya bahwa kami berharga dan mampu berkembang.
Dalam dokumen Gravissimum Educationis, Konsili Vatikan II menegaskan bahwa pendidikan bertujuan membentuk pribadi manusia secara utuh, dalam artian intelektual, moral, sosial, dan spiritual. Nilai ini saya rasakan nyata di SMAN 3 Lamba Leda. Para guru tidak hanya mengejar target kurikulum, tetapi juga membentuk kami menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama. Mereka hadir sebagai pendidik yang melaksanakan panggilan, bukan sekadar profesi.
Di tengah keterbatasan, saya belajar bahwa pendidikan adalah bentuk partisipasi dalam karya pembebasan Allah. Seperti yang ditegaskan oleh teologi pembebasan, Allah berpihak kepada mereka yang kecil, tersingkir, dan sering diabaikan. SMAN 3 Lamba Leda, sebagai sekolah di wilayah pinggiran, menjadi tanda kehadiran Allah yang bekerja melalui pendidikan untuk membebaskan manusia dari kebodohan, rasa minder, dan ketidakberdayaan.
Yesus sendiri menunjukkan perhatian khusus kepada mereka yang terpinggirkan. Dalam Injil, Ia berkata Apa yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku (Mat. 25:40). Dalam terang sabda ini, perjuangan para guru dan siswa SMAN 3 Lamba Leda memiliki nilai teologis yang mendalam untuk selau mendidik dan belajar. Di tempat ini adalah wujud nyata pelayanan kepada kehidupan.
Sebagai alumni, saya semakin menyadari bahwa nilai-nilai yang ditanamkan di SMAN 3 Lamba Leda kesederhanaan, solidaritas, dan ketekunan sejalan dengan prinsip Ajaran Sosial Gereja, khususnya prinsip martabat manusia, solidaritas, dan keadilan sosial. Pendidikan yang adil menuntut agar setiap anak, di mana pun ia berada, memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.
Oleh karena itu, harapan saya sebagai alumni adalah agar SMAN 3 Lamba Leda terus diperjuangkan sebagai bagian dari perutusan mencerdaskan kehidupan bangsa dan memanusiakan manusia. Dukungan pemerintah, Gereja, dan masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab moral dan iman untuk mewujudkan keadilan pendidikan.
Bagi saya pribadi, SMAN Negeri 3 Lamba Leda bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan bagian dari sejarah keselamatan dalam hidup saya. Dari sekolah inilah harapan saya menetas, iman saya diteguhkan, dan langkah hidup saya diarahkan untuk terus berjuang demi kebaikan bersama bonum commune.
