Disuatu hari, tanpa sengaja kita bertemu di sebuah taman yang sepi dan sunyi. ketika aku melihatmu senyuman yang dulu pernah hilang datang kembali. Tetapi hatiku kembali rapu ketika aku melihat engkau sudah ada yang punya, ingin rasanya aku selalu ada didekatmu namun apalah daya angan tak sampai. Kekasih bayanganku, aku selalu merindukanmu disaat sepiku disetiap malamku aku selalu selipkan doa untukmu. Apakah kamu merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasakan saat ini. Aku merasa tersiksa dengan dirimu yang dulu datang hanya meninggalkan sebuah kenangan terindah dan itu semua membuatku terasa rapuh. Apakah episode itu kita bisa berulang kembali, aku selalu mengingat saat-saat bersamamu. Terimakasih atas motivasi yang engkau berikan kepadaku sehingga aku masih tetap berdiri tegak sampai saat ini. Kata-katamu masih ku ingat ketika kamu meminta sebuah keputusan yang membuat aku terauma dan terpuruk dengan sebuah kata mencintai. Pada saat itu aku merasa kehidupanku tida ada artinya, tetapi aku juga tidak memaksa dirimu untuk mencintaiku dimana aku tahu bahwa aku bukan orang yang tepat untuk dirimu. Tetapi ketika aku menemukanmu kembali, aku merasa bahwa rindu yang selama ini terpendam sudah terobati, walaupiun hanya sebuah hayalanku saja untuk memilikimu kembali, aku tidak memiliki komitmen yang kuat untuk memilikimu untuk kembali lagi dalam hangatnya pelukanku.
Cukup menyedihkan perpisahan yang paling menyakiti adalah yang tidak terucap dan takpernah dijelaskan. Untukmu kekasih bayanganku. Terkadang lebih baik tidak mengatakan apa-apa dan biarkan keheningan yang menjawabnya ada rindu yang lebih sunyi dari rindu di waktu malam menuju pagi. Diam-diam merayu Tuhan. Doa-doa baik tentang dia dikirimkan.
