Langsung ke konten utama

"Hidup kita adalah hasil dari pemikiran kita"

Setiap pagi, Ketika matahari muncul di uvuk timur, kita diberikan kesempatan baru untuk menciptakan hari yang indah. Hidup kita adalah kanvas yang kosong siap diisi dengan warna-warna ceria atau kelabu sasuai dengan pemikiran kita.

Pemikiran positif akan menjadi benih yang tumbuh subur dalam kehidupan kita. Ketika kita memancarkan energi positif dan keyakinan pada diri sendiri, pintu kesempatan pun akan terbuka lebar. Setiap langkah yang kita ambil bisa dipenuhi oleh semangat dan optimisme.

Namun jika pemikiran negatif menghantui batin kita, bayang-bayangan gelap akan menyelimuti jalan hidup kita. Keraguan dan ketakutan akan menghalangi langkah kita menuju impian-impian besar. Maka jagalah hati dan pikiran kita agar selalu bersinar terang

Hidup ini hasil dari apa yang ada dalam benak dan hati kita, jadi biarkanlah cahaya pemikiran yang positif membimbing langkah kita menuju kebahagiaan sejati. Titik kebahagiaan kita tidak hanya bergantung pada orang lain, beranilah menciptakan kebahagian dalam dirimu sendiri

ketika kita berada dalam kesepian pasti dua hal ini pasti akan mucul dalam pikiran kita “ positif dan negatif ” . Kita cendrung memikirkan bagaimana cara kita untuk membuat orang lain itu menjadi baik tetapi kita tidak pernah berpikir tentang bagaimana caranya menciptakan kepribadian yang baik di dalam diri kita sendiri. Pekerjaan yang paling gampang adalah membaca karakter orang lain tetapi untuk memplajari diri sendir sangatlah sulit. Dalam hidup ini, jadilah pribadi yang berani mengambil resiko dan mampu mempertanggung jawabkan apa yang anda pebuat dan jangan bergantung pada orang lain.

Postingan populer dari blog ini

Dari Seorang Laki-Laki Pendosa Kepada perempuan Berjubah ”Suara Dalam Keheningan”

Terkadang dalam sunyi, kita mendapati diri kita terjerat dalam alunan kesalahpahaman , terpilin di antara harapan dan realitas yang tak terucap. Pada suatu pagi yang sunyi, ketika kabut masih menyelimuti hati, aku menemukan diriku terperangkap dalam pergulatan antara keinginan dan keputusasaan.         Dalam susana yang hening Perempuan berjubah , dalam keheningan pagi ini, doaku adalah seutas benang yang tersusun dari kata-kata yang tergores di antara relung hati yang penuh dosa. Apa kabarmu hari ini? Apakah kau masih terbaring di tempat tidur, ataukah kau sedang merangkai kata-kata yang membentuk narasi yang mempesona, meramu kalimat demi kalimat menjadi sebuah karya yang menggetarkan jiwa?   Ketika kau pertama kali menghampiriku, aku seperti jiwa yang tenggelam dalam lautan api neraka, terbakar oleh dosa-dosa yang menghantui. Kau datang dengan janji surga, sebuah surga yang kau gambarkan begitu indah, damai, dan penuh cahaya. Aku memandang jubahmu yang menena...

AKU KETUK PINTU TUA ITU

     Ketika fajar mulai menyinsing, aku duduk sambil menatap indahnya suasana dipagi hari. Dalam kemelut hati kecilku aku berdoa agar aktivitas belajar mengajar hari ini berjalan dengan lancar. Seketika itu juga, aku mengambil dompetku dan melihat isinya yang sudah mulai menipis   aku menemukan selembar kertas yang aku pernah sisipkan di dalam saku kecil dompet itu. Ketika aku membuka kertas itu aku menemukan 20 foto yang masih utuh, dan foto-foto kecil itu membuat aku flashback dengan momen hore yang telah aku lewati yaitu masa putih abu yang hanya tinggal kalbu .      Aku membuka lembar demi lembar dan aku menyusunyan dengan rapi. aku mencari foto kecil yang dulu pernah mengukir romansa yang indah bersamaku. Kami menciptakan panorama yang begitu indah sehingga menciptakan keromantisan yang sulit dilupakan. Parasnya selaras dengn kecerdasanya, dan bahkan itu semua menjadi tawanan bagi hati kaum adam. Aku mulai duduk dan merenung, ketika aku menemuka...

ANGAN TAK SAMPAI

Memandangi hujan yang semakin deras. Ruteng - kota dingin yang menjadi saksi pertemuan singkat seorang mahasiswa dengan perempuan muda yang tidak dikenalnya. Di sebuah halte yang sepi, seorang perempuan muda berdiri sambil menunggu keluarganya datang menjemputnya. perempuan muda itu juga  ternyata baru pulang dari kampusnya. Ia tidak menyangka, hujan akan turun deras tanpa tanda-tanda sebelumnya. Perempuan muda itu menunggu di bawah atap halte, berharap hujan segera reda. Sesekali, ia mengintip ke jalan mengamati tetes-tetes hujan yang jatuh dan memantul di aspal . Hatinya gelisah, karena setiap detik yang berlalu semakin membuatnya terlambat untuk kembali ke rumahnya. Tiba-tiba, perempuan muda itu merasakan senyuman hangat di sampingnya. Ia berbalik dan menemukan seorang mahasiswa yang dengan bermotor revo .Pria itu bernama pahur . Seorang mahasiswa lugu dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Di halte, Mereka berbicara sembari berbagi cerita tentang kesulitan menunggu hujan re...