Langsung ke konten utama

MALAM KELAM MEMBAWA KERINDUAN

Sabtu 12 Mei 2024  , kosbocor air ,ngencung Ruteng

          Malam yang kelam sembari aku menatap langit yang gelap aku merenungkan nasipku yang sering sekali dihujat oleh realita dan cita-cita yang aku harus capai dimasa depan, aku selalalu bertanya kepada diriku sendiri bagaimana menjadi manusia yang baik dan mampu menghargai semua orang yang ada disekitarku, tetepi itu tidak terjawab?dalam pikiranku hanya ada khayalan yang muncul tetapi aku serahkan semuanya kepada Tuhan . Lewat doa aku mencurhatkan semua isi hatiku , dan akhirnya akupun tahu bahwa sandaran ternyamanku adalah Tuhan , kita sebagai makhluk yang lemah haruslah dekatkan diri pada Tuhan, jangan anggap Tuhan itu seperti ATM berjalan, percayalah sekarang ini kamu itu sedang dibentuk oleh Tuhan masa depan kita itu masih jauh dan masih banyak hal yang perlu kita lalui dalam hidup ini. 


    Malam ini menjadi malam yang sangat indah bagi saya ketika saya terbangun dari mimpiku. Aku bermimpi bertemu dengan seorang yang  pernah memeluk dan merangkul aku dulu tetapi itu tidak berlansung lama karena waktu yang begitu singkat bagiku , aku selalu merindukan kehangatan itu selalu datang dalam diriku tetapi apalah daya waktu kurang bersabat denganku hanya lewat kata-kata dan air mata aku aku serahkan semuanya pada Tuhan. Jujur malam ini menjadi malam yang begitu indah dan aku merasa bahagia walaupun aku berjumpa dengan dia dalam mimpi tetapi, aku selalu merindukan sosok ayah dan ibu dan aku selalu bahagia dalam tangis. Aku ingin merasakan kehangatan itu hadir kembali dalam setiap langkah kakiku ,apakah episode waktu itu bisa diulang kembali dalam kehidupanku atukah hanya sebatas khayalan yang aku alami selama ini. 

Postingan populer dari blog ini

Dari Seorang Laki-Laki Pendosa Kepada perempuan Berjubah ”Suara Dalam Keheningan”

Terkadang dalam sunyi, kita mendapati diri kita terjerat dalam alunan kesalahpahaman , terpilin di antara harapan dan realitas yang tak terucap. Pada suatu pagi yang sunyi, ketika kabut masih menyelimuti hati, aku menemukan diriku terperangkap dalam pergulatan antara keinginan dan keputusasaan.         Dalam susana yang hening Perempuan berjubah , dalam keheningan pagi ini, doaku adalah seutas benang yang tersusun dari kata-kata yang tergores di antara relung hati yang penuh dosa. Apa kabarmu hari ini? Apakah kau masih terbaring di tempat tidur, ataukah kau sedang merangkai kata-kata yang membentuk narasi yang mempesona, meramu kalimat demi kalimat menjadi sebuah karya yang menggetarkan jiwa?   Ketika kau pertama kali menghampiriku, aku seperti jiwa yang tenggelam dalam lautan api neraka, terbakar oleh dosa-dosa yang menghantui. Kau datang dengan janji surga, sebuah surga yang kau gambarkan begitu indah, damai, dan penuh cahaya. Aku memandang jubahmu yang menena...

AKU KETUK PINTU TUA ITU

     Ketika fajar mulai menyinsing, aku duduk sambil menatap indahnya suasana dipagi hari. Dalam kemelut hati kecilku aku berdoa agar aktivitas belajar mengajar hari ini berjalan dengan lancar. Seketika itu juga, aku mengambil dompetku dan melihat isinya yang sudah mulai menipis   aku menemukan selembar kertas yang aku pernah sisipkan di dalam saku kecil dompet itu. Ketika aku membuka kertas itu aku menemukan 20 foto yang masih utuh, dan foto-foto kecil itu membuat aku flashback dengan momen hore yang telah aku lewati yaitu masa putih abu yang hanya tinggal kalbu .      Aku membuka lembar demi lembar dan aku menyusunyan dengan rapi. aku mencari foto kecil yang dulu pernah mengukir romansa yang indah bersamaku. Kami menciptakan panorama yang begitu indah sehingga menciptakan keromantisan yang sulit dilupakan. Parasnya selaras dengn kecerdasanya, dan bahkan itu semua menjadi tawanan bagi hati kaum adam. Aku mulai duduk dan merenung, ketika aku menemuka...

ANGAN TAK SAMPAI

Memandangi hujan yang semakin deras. Ruteng - kota dingin yang menjadi saksi pertemuan singkat seorang mahasiswa dengan perempuan muda yang tidak dikenalnya. Di sebuah halte yang sepi, seorang perempuan muda berdiri sambil menunggu keluarganya datang menjemputnya. perempuan muda itu juga  ternyata baru pulang dari kampusnya. Ia tidak menyangka, hujan akan turun deras tanpa tanda-tanda sebelumnya. Perempuan muda itu menunggu di bawah atap halte, berharap hujan segera reda. Sesekali, ia mengintip ke jalan mengamati tetes-tetes hujan yang jatuh dan memantul di aspal . Hatinya gelisah, karena setiap detik yang berlalu semakin membuatnya terlambat untuk kembali ke rumahnya. Tiba-tiba, perempuan muda itu merasakan senyuman hangat di sampingnya. Ia berbalik dan menemukan seorang mahasiswa yang dengan bermotor revo .Pria itu bernama pahur . Seorang mahasiswa lugu dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Di halte, Mereka berbicara sembari berbagi cerita tentang kesulitan menunggu hujan re...