Langsung ke konten utama

Sekali Berarti Setelah Itu Mati

 Kata Tegar" dalam bahasa Indonesia memiliki beberapa arti, tergantung konteksnya. Secara umum, "tegar" berarti keras, kaku, atau tidak mudah dilenturkan. Selain itu, bisa juga bermakna tabah, tidak mudah menyerah, dan tidak mudah dipengaruhi atau diubah. Dalam konteks benda, "benda tegar" berarti benda yang tidak mengalami perubahan bentuk ketika diberikan gaya rotasi



   Pada realitas kehidupan sosial ketegaran manuaia sering mengalami anomali. Prespektif saya selama perjalanan hidup, banyak generasi yang menyerah dalam mencapai tujuan. Manis dalam cara tetap tegas dalam bertindak kalimat ini menujukan kita tentang perlunya ketegasan. Manusia adalah jiwa yang membadankan badan yang menjiwa. Singkat saja manusia hadir untuk menjalankan memenuhi kehidupanya dan pada akhirnya akan mati. Apakah kita akan menunggu kematian itu tanpa kita mengembangkan talenta serta bakat kita, tentu itu sangat mustahil. Mari kita menjadi tegar dan menemukan ketegasan. 

Gauius Julius Caesar, salah seorang tokoh Romawi klasik, memiliki beberapa pandangan bagaimana kita bisa memiliki ketegasan dan selalu kuat dalam mencapai tujuan hidup yakni; Definisikan tujuan dengan jelas, jangan biarkan keraguan merajai pikiran kita, jangan takut mengambil risiko, tetap fokus pada visi kita, belajar dari kesuksesan orang lain, lakukan yang terbaik yang kita bisa. 

Dapat kita simpulkan bahwa munculnya tindakan ini ketika kita selalu percaya pada hal-hal dan tindakan yang mustahil. Tetap melangkah dan selalu berpacu pada materi maka kamu akan mencapai tujuan hidupmu, karena sekali berarti setelah itu mati. 


Postingan populer dari blog ini

Dari Seorang Laki-Laki Pendosa Kepada perempuan Berjubah ”Suara Dalam Keheningan”

Terkadang dalam sunyi, kita mendapati diri kita terjerat dalam alunan kesalahpahaman , terpilin di antara harapan dan realitas yang tak terucap. Pada suatu pagi yang sunyi, ketika kabut masih menyelimuti hati, aku menemukan diriku terperangkap dalam pergulatan antara keinginan dan keputusasaan.         Dalam susana yang hening Perempuan berjubah , dalam keheningan pagi ini, doaku adalah seutas benang yang tersusun dari kata-kata yang tergores di antara relung hati yang penuh dosa. Apa kabarmu hari ini? Apakah kau masih terbaring di tempat tidur, ataukah kau sedang merangkai kata-kata yang membentuk narasi yang mempesona, meramu kalimat demi kalimat menjadi sebuah karya yang menggetarkan jiwa?   Ketika kau pertama kali menghampiriku, aku seperti jiwa yang tenggelam dalam lautan api neraka, terbakar oleh dosa-dosa yang menghantui. Kau datang dengan janji surga, sebuah surga yang kau gambarkan begitu indah, damai, dan penuh cahaya. Aku memandang jubahmu yang menena...

AKU KETUK PINTU TUA ITU

     Ketika fajar mulai menyinsing, aku duduk sambil menatap indahnya suasana dipagi hari. Dalam kemelut hati kecilku aku berdoa agar aktivitas belajar mengajar hari ini berjalan dengan lancar. Seketika itu juga, aku mengambil dompetku dan melihat isinya yang sudah mulai menipis   aku menemukan selembar kertas yang aku pernah sisipkan di dalam saku kecil dompet itu. Ketika aku membuka kertas itu aku menemukan 20 foto yang masih utuh, dan foto-foto kecil itu membuat aku flashback dengan momen hore yang telah aku lewati yaitu masa putih abu yang hanya tinggal kalbu .      Aku membuka lembar demi lembar dan aku menyusunyan dengan rapi. aku mencari foto kecil yang dulu pernah mengukir romansa yang indah bersamaku. Kami menciptakan panorama yang begitu indah sehingga menciptakan keromantisan yang sulit dilupakan. Parasnya selaras dengn kecerdasanya, dan bahkan itu semua menjadi tawanan bagi hati kaum adam. Aku mulai duduk dan merenung, ketika aku menemuka...

ANGAN TAK SAMPAI

Memandangi hujan yang semakin deras. Ruteng - kota dingin yang menjadi saksi pertemuan singkat seorang mahasiswa dengan perempuan muda yang tidak dikenalnya. Di sebuah halte yang sepi, seorang perempuan muda berdiri sambil menunggu keluarganya datang menjemputnya. perempuan muda itu juga  ternyata baru pulang dari kampusnya. Ia tidak menyangka, hujan akan turun deras tanpa tanda-tanda sebelumnya. Perempuan muda itu menunggu di bawah atap halte, berharap hujan segera reda. Sesekali, ia mengintip ke jalan mengamati tetes-tetes hujan yang jatuh dan memantul di aspal . Hatinya gelisah, karena setiap detik yang berlalu semakin membuatnya terlambat untuk kembali ke rumahnya. Tiba-tiba, perempuan muda itu merasakan senyuman hangat di sampingnya. Ia berbalik dan menemukan seorang mahasiswa yang dengan bermotor revo .Pria itu bernama pahur . Seorang mahasiswa lugu dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Di halte, Mereka berbicara sembari berbagi cerita tentang kesulitan menunggu hujan re...