Anomali yang terjadi tidak asing lagi ketika revolusi globalisasi merekontuksi pikian serta pergerakan hidup manusia. Peran manusia dicuri olehnya sehingga adanya kontrofersi yang ganas. Pada kali ini kita berrjumpa dengan salah satu masalah yang bergulir tanpa kita rasakan namun menusuk sukma kehidupan.
Defakep porn adalah konten pornografi palsu yang dibuat menggunakan teknologi deepfake. Artinya, wajah seseorang sering kali selebritas atau orang biasa ditempelkan secara digital ke tubuh orang lain dalam video atau foto porno, sehingga terlihat seolah-olah orang tersebut benar-benar terlibat dalam aktivitas seksual.
Topik “deepfake porn” juga sangat relevan di era pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung (Azizah,dkk,2025). Dalam beberapa tahun terakhir, berita palsu telah menjadi isu yang mengancam wacana publik, masyarakat manusia, dan demokrasi (Mongkau,dkk,2025). Berita palsu mengacu pada konten bergaya berita fiktif yang dibuat untuk menipu publik. Informasi palsu menyebar dengan cepat melalui media sosial, yang dapat memengaruhi jutaan pengguna . Saat ini, Mengingat Kemudahan dalam memperoleh dan menyebarkan misinformasi melalui platform media sosial, semakin sulit untuk mengetahui apa yang dapat dipercaya, Yang mengakibatkan konsekuensi yang merugikan bagi pengambilan keputusan yang terinformasi.
Radityatama Agung Putra,
mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Kota Semarang, Jawa Tengah,
yang memproduksi konten pornografi dengan mengedit wajah korbannya menggunakan
artificial intelligence (AI) dan mengunggahnya ke media sosial belum juga
dijadikan tersangka. Sejumlah mahasiswa dan pelajar yang menjadi korban
mendesak polisi segera menetapkan Chiko sebagai tersangka. Sebelumnya, tindakan
Chiko diketahui oleh para korbannya pada awal Oktober 2025. Para korban
terkejut ketika mendapati foto-foto ataupun video dirinya diunggah oleh salah
satu akun di media sosial X. Akun yang mengunggah konten pornografi sejak 2023
itu dikelola Chiko. Inilah yang disebut deepfake porn. Sebuah bentuk pelecehan
modern dingin, canggih, tapi sangat kejam.
Bukan hanya menyasar
selebriti. Kini, siapa pun bisa jadi korban: mahasiswi, pekerja kantoran,
bahkan anak SMA. Hanya bermodalkan foto wajah, tubuh palsu bisa “diciptakan”.
Dan ironisnya, banyak yang menganggap ini cuma lelucon digital. Tempo edisi
terkini juga menyoroti isu ini. Menunjukkan bahwa ini bukan kasus biasa. Tapi
darurat budaya, darurat hukum, dan darurat empati. Padahal efek psikologisnya
luar biasa. Korban merasa dipermalukan, dijauhi lingkungan kerja, bahkan
terancam dipecat. Semuanya terjadi dari sebuah gambar palsu, yang mereka bahkan
tak pernah buat.Lihat Korea Selatan. Di sana, deepfake porn sudah mewabah.
Ratusan guru dan siswa melaporkan jadi korban hanya dalam setahun. Dan
Indonesia bisa menyusul kalau kita terus menganggap ini cuma "dunia
maya".
Jadi, apa yang bisa kita
lakukan sekarang?
Jangan unggah foto
pribadi di akun publik. Edukasi keluarga dan teman tentang risiko KBGO Simpan
bukti (screenshot) jika jadi korban. Gunakan formulir penghapusan konten dari
Google, Meta, Snapchat dan Hubungi organisasi seperti StopNCII.org dan Take It
Down.
Deepfake porn salah
satu bentuk kekerasan berbasis visual.
Ia menjarah tubuh lewat piksel dan algoritma. Menurutmu ini efek negatif AI
atau emang ulah manusia ber otak mesum aja?.
REFERENSI
Jurnal
Wiguna, Aqilah, and Puja Aisyah.
"Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan Korban Deepfake Pornography di
Indonesia." Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik| E-ISSN: 3031-8882 3.1 (2025): 198-205.
Mongkau, Natanael Hiskia, Herlyanty Yuliana A.
Bawole, and Altje Musa. "Penegakkan Hukum Terhadap Penyalhgunaan
Kecerdasan Buatan Dengan Cara Memanipulasi Wajah Seseorang Ke Dalam Gambar Atau
Video Porno." LEX ADMINISTRATUM 13.2 (2025).
Mahardika, Mahfudz Ikhsan. "TINJAUAN
YURIDIS TERHADAP PELAKU DEEPFAKE PORN SEBAGAI KEKERASAN GENDER BERBASIS ONLINE
MENURUT UU PORNOGRAFI." LEX PRIVATUM 14.5 (2025).
MUSLIMIN, T. D. A. ASPEK HUKUM PIDANA TERHADAP
PENGGUNAAN AKUN PALSU DALAM PENYEBARAN KONTEN PORNOGRAFI DI INTERNET.
AZIZAH, MUTIARA NUR LAELA. "JAMES BOND DAN
GENDER (KONSTRUKSI GENDER DALAM CREDIT TITLE FILM JAMES BOND)."
Media.
Korban
Konten Pornografi ”Deepfake” di Semarang Tuntut Pelaku Jadi Tersangka
https://www.kompas.id/artikel/korban-konten-pornografi-deepfake-di-semarang-tuntut-pelaku-jadi-tersangka
Terungkapnya
Kasus Konten Porno Deepfake Mahasiswi Unud | kumparan.com
https://share.google/GeiNcdbpld67Tussk
Di
balik kasus pornografi deepfake yang menyasar siswi di ratusan sekolah Korea
Selatan. https://www.bbc.com/indonesia/articles/cze595k6704o