Langsung ke konten utama

Moment Dies Natalis Prodi Pendidikan Teologi Unika St. Paulus Ruteng Yang ke-66 dan Pesta Pertobatan St. Paulus

 Dies Natalis prodi pendidikqn teologi yang ke-66 dan pesta pertobatan st. Paulus yang dirayakan pada hai Minggu 26 Januai 2025, memiliki tujuan yang mendalam yakni: Mengenang dan merayakan hari jadi Prodi Pendidikan Teologi Unika Santu Paulus Ruteng.  sebagai bentuk syukur dan kegembiraan atas segala pencapaian yang telah diproleh oleh prodi teologi dimana prodi ini adalah prodi pertama di unika st. Paulus Ruteng.
Memperingati pertobatan St. Paulus sebagai inspirasi untuk meningkatkan iman dan pengabdian kepada sesama maupun masyarakat.
Meningkatkan semangat dan motivasi mahasiswa, dosen, dan staf dalam mencapai tujuan pendidikan
Melakukan refleksi dan evaluasi terhadap program pendidikan dan kegiatan akademik.
Mengembangkan program pendidikan yang lebih baik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Meningkatkan kerjasama dengan instansi lain dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Manfaat
Meningkatkan kualitas pendidikan dan kegiatan akademik.
Mengembangkan kompetensi mahasiswa dan dosen.
Meningkatkan citra institusi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Nilai yang Ditekankan
Meningkatkan iman, pengabdian dan kualitas dari prodi pendidikan Teologi.

 


Pesta Pertobatan St. Paulus merupakan salah satu perayaan besar dalam tradisi Gereja Katolik yang memiliki makna mendalam dalam kehidupan iman umat Kristiani. Peringatan ini tidak hanya memperingati pertobatan St. Paulus, tetapi juga mengajak umat untuk memikirkan perjalanan hidup iman, pertobatan, dan pelayanan kepada Allah. St Paulus, yang pernah menjadi musuh Gereja, kini menjadi salah satu rasul terbesar yang banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan gereja dan pengajaran iman Kristen. Oleh karena itu, perayaan ini menjadi saat yang tepat bagi kita untuk memperdalam spiritualitas dan memperbaharui komitmen hidup dalam iman. 

Postingan populer dari blog ini

Dari Seorang Laki-Laki Pendosa Kepada perempuan Berjubah ”Suara Dalam Keheningan”

Terkadang dalam sunyi, kita mendapati diri kita terjerat dalam alunan kesalahpahaman , terpilin di antara harapan dan realitas yang tak terucap. Pada suatu pagi yang sunyi, ketika kabut masih menyelimuti hati, aku menemukan diriku terperangkap dalam pergulatan antara keinginan dan keputusasaan.         Dalam susana yang hening Perempuan berjubah , dalam keheningan pagi ini, doaku adalah seutas benang yang tersusun dari kata-kata yang tergores di antara relung hati yang penuh dosa. Apa kabarmu hari ini? Apakah kau masih terbaring di tempat tidur, ataukah kau sedang merangkai kata-kata yang membentuk narasi yang mempesona, meramu kalimat demi kalimat menjadi sebuah karya yang menggetarkan jiwa?   Ketika kau pertama kali menghampiriku, aku seperti jiwa yang tenggelam dalam lautan api neraka, terbakar oleh dosa-dosa yang menghantui. Kau datang dengan janji surga, sebuah surga yang kau gambarkan begitu indah, damai, dan penuh cahaya. Aku memandang jubahmu yang menena...

AKU KETUK PINTU TUA ITU

     Ketika fajar mulai menyinsing, aku duduk sambil menatap indahnya suasana dipagi hari. Dalam kemelut hati kecilku aku berdoa agar aktivitas belajar mengajar hari ini berjalan dengan lancar. Seketika itu juga, aku mengambil dompetku dan melihat isinya yang sudah mulai menipis   aku menemukan selembar kertas yang aku pernah sisipkan di dalam saku kecil dompet itu. Ketika aku membuka kertas itu aku menemukan 20 foto yang masih utuh, dan foto-foto kecil itu membuat aku flashback dengan momen hore yang telah aku lewati yaitu masa putih abu yang hanya tinggal kalbu .      Aku membuka lembar demi lembar dan aku menyusunyan dengan rapi. aku mencari foto kecil yang dulu pernah mengukir romansa yang indah bersamaku. Kami menciptakan panorama yang begitu indah sehingga menciptakan keromantisan yang sulit dilupakan. Parasnya selaras dengn kecerdasanya, dan bahkan itu semua menjadi tawanan bagi hati kaum adam. Aku mulai duduk dan merenung, ketika aku menemuka...

ANGAN TAK SAMPAI

Memandangi hujan yang semakin deras. Ruteng - kota dingin yang menjadi saksi pertemuan singkat seorang mahasiswa dengan perempuan muda yang tidak dikenalnya. Di sebuah halte yang sepi, seorang perempuan muda berdiri sambil menunggu keluarganya datang menjemputnya. perempuan muda itu juga  ternyata baru pulang dari kampusnya. Ia tidak menyangka, hujan akan turun deras tanpa tanda-tanda sebelumnya. Perempuan muda itu menunggu di bawah atap halte, berharap hujan segera reda. Sesekali, ia mengintip ke jalan mengamati tetes-tetes hujan yang jatuh dan memantul di aspal . Hatinya gelisah, karena setiap detik yang berlalu semakin membuatnya terlambat untuk kembali ke rumahnya. Tiba-tiba, perempuan muda itu merasakan senyuman hangat di sampingnya. Ia berbalik dan menemukan seorang mahasiswa yang dengan bermotor revo .Pria itu bernama pahur . Seorang mahasiswa lugu dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Di halte, Mereka berbicara sembari berbagi cerita tentang kesulitan menunggu hujan re...