Langsung ke konten utama

Asistensi Suara mudahkan Navigasi, Kisah Perjalan menempuh pengalaman

Sabtu 23 Desember 2023

Rombongan Mahasiswa Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) St. Paulus Ruteng program studi pendidikan teologi, melaksanakan kegiatan asistensi di paroki sok rutung Labuan Bajo. Mereka berangkat tepat pukul 07:00  WITA. Dengan dibawah kordinir rm.Fransiskus Nala kami tiba diparoki dengan selamat.


        Foto Bersama Bapa Uskup Emeretus 

Kami disambut secara adat oleh Umat di paroki sok rutung dan mereka sangat senang atas kehadiran dari mahasiswa Universitas Katolik Indonesia St.PaulusRuteng, dimana umat diparoki ini sudah dari dulu merindukan kehadiran mahasiswa dari “UNIKA”.

Paroki Sok Rutung didirikan pada 16 oktober 2002 , Paroki ini memproleh tempat yang sangat strategis, juga memiliki 6 stasi, terdiri dari 48 KBG (Komunitas Basis Gerejawi) dan  ditambah Golo Mori 49, Jumlah umat 4 ribu lebih.

Ada dua Imam yang menetap di paroki ini yaitu Rm. Iwan dan Rm. yuven. Kaum klerus ini sangat dekat dengan umat disekitar paroki dan menjalin relasi yang baik.

Kami dibagi menjadi dua stasi yaitu stasi kenari dan tanggar. Statis yang saya kunjung adalah setasi kenari. Stasi ini berada kampung Mbuhung. Tempatnya sangat indah dan masyarakatnya saling menghargai satu sama lain.

Nama orang tua yang saya tinggal sekaligus memberi tempat penginapan buat kami adalah Ibu Ivon dan Bapa Dedi. Pada malam pertama kami melakukan katekese kepada umat yang berada di stasi Kenari mereka sangat berantusias pada kami melakukan katekese dimana, kami selalu mengajak umat tentang  bagaimana perasaan mereka menyambut kehadiran Tuhan Yesus pada pesta Natal tahun 2023.

Ketua setasi Marselinus Sas Menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada kami dimana kami dimana mereka sangat bangga dengan kehadiran anak-anak universitas katolik st paulus Ruteng, kami juga berterimakasi kepada mereka dengan penuh suka cita, kami juga menyerahkan cendra mata kepada bp ketua stasi.

Kampung Mbuhung ini dihuni oleh dua kepercayaan yaitu kristen katolik dan Agama Islam , meskipun begitu mereka memiliki rasa toleransi yang kuat sehingga terciptanya hubungan yang baik.

Refresing dan Kehangatan

25 des 2023 kita kunjung ke pantai pasir panjang di golo mori labuan bajo, sampai disana kami sangat gembira dimana Tuhan menciptakan alam yang sangat indah diskitar pesisir pantai ditumbuhi pepohonan yang hijau dengan air pantai begitu jerni membangkitkan suasana hati gersang.

    Hendrianus bersama teman-teman berada di pasir panjang Golo Mori

Pada Selasa 26 des 2023 kami misa di kapela Golo Mori  Stasi Look. Kami merayakan misa Natal Kdua di kapela Golo Mori. Dipimpin oleh Uskup Mr. Mikael Emeretus dan Pater Paul ,Tempatnya di wilayah kecamatan komodo,Wilayah kawasan ekonomi, Khusus kota premium. Kami juga makan siang bersama dengan umat di Stasi Look sekaligus kami menyampaikan salam perpisahan kepada mereka.

“Pertemuan yang singkat ini semoga bisa terulang kembali dan bawalah kesan yang baik ke UNIKA yang buruk tinggalkan di Sok Rutung” Ujar dari seorang Rm Iwan salah satu kaum klerus yang menetap di Paroki Sok Rutung.


Sekitar pukul 15:00 wita kami pulang ke Ruteng samapai diperjalan mau ke Labuan bajo, kami singgah di tempat wisata  yang indah dimana tempat ini dibangun oleh Bapak Jokowi Dodo dengan tekstur yang sangat rapi memiliki hotel dan tempat refresing yang menarik hati pengunjung. Untuk mengunjungi  tempat itu harus ada surat izinan khusus. kami sangat bangga dan berterima kasih dengan romo karena telah memimpin kami dengan penuh kesabaran .

perjalan yang panjang tetapi memproleh pengalaman yang banyak terima kasih Romo. God blees you🙏

 

HENDRIANUS JERINUS PAHUR , HMJF TEAM






Postingan populer dari blog ini

Dari Seorang Laki-Laki Pendosa Kepada perempuan Berjubah ”Suara Dalam Keheningan”

Terkadang dalam sunyi, kita mendapati diri kita terjerat dalam alunan kesalahpahaman , terpilin di antara harapan dan realitas yang tak terucap. Pada suatu pagi yang sunyi, ketika kabut masih menyelimuti hati, aku menemukan diriku terperangkap dalam pergulatan antara keinginan dan keputusasaan.         Dalam susana yang hening Perempuan berjubah , dalam keheningan pagi ini, doaku adalah seutas benang yang tersusun dari kata-kata yang tergores di antara relung hati yang penuh dosa. Apa kabarmu hari ini? Apakah kau masih terbaring di tempat tidur, ataukah kau sedang merangkai kata-kata yang membentuk narasi yang mempesona, meramu kalimat demi kalimat menjadi sebuah karya yang menggetarkan jiwa?   Ketika kau pertama kali menghampiriku, aku seperti jiwa yang tenggelam dalam lautan api neraka, terbakar oleh dosa-dosa yang menghantui. Kau datang dengan janji surga, sebuah surga yang kau gambarkan begitu indah, damai, dan penuh cahaya. Aku memandang jubahmu yang menena...

AKU KETUK PINTU TUA ITU

     Ketika fajar mulai menyinsing, aku duduk sambil menatap indahnya suasana dipagi hari. Dalam kemelut hati kecilku aku berdoa agar aktivitas belajar mengajar hari ini berjalan dengan lancar. Seketika itu juga, aku mengambil dompetku dan melihat isinya yang sudah mulai menipis   aku menemukan selembar kertas yang aku pernah sisipkan di dalam saku kecil dompet itu. Ketika aku membuka kertas itu aku menemukan 20 foto yang masih utuh, dan foto-foto kecil itu membuat aku flashback dengan momen hore yang telah aku lewati yaitu masa putih abu yang hanya tinggal kalbu .      Aku membuka lembar demi lembar dan aku menyusunyan dengan rapi. aku mencari foto kecil yang dulu pernah mengukir romansa yang indah bersamaku. Kami menciptakan panorama yang begitu indah sehingga menciptakan keromantisan yang sulit dilupakan. Parasnya selaras dengn kecerdasanya, dan bahkan itu semua menjadi tawanan bagi hati kaum adam. Aku mulai duduk dan merenung, ketika aku menemuka...

ANGAN TAK SAMPAI

Memandangi hujan yang semakin deras. Ruteng - kota dingin yang menjadi saksi pertemuan singkat seorang mahasiswa dengan perempuan muda yang tidak dikenalnya. Di sebuah halte yang sepi, seorang perempuan muda berdiri sambil menunggu keluarganya datang menjemputnya. perempuan muda itu juga  ternyata baru pulang dari kampusnya. Ia tidak menyangka, hujan akan turun deras tanpa tanda-tanda sebelumnya. Perempuan muda itu menunggu di bawah atap halte, berharap hujan segera reda. Sesekali, ia mengintip ke jalan mengamati tetes-tetes hujan yang jatuh dan memantul di aspal . Hatinya gelisah, karena setiap detik yang berlalu semakin membuatnya terlambat untuk kembali ke rumahnya. Tiba-tiba, perempuan muda itu merasakan senyuman hangat di sampingnya. Ia berbalik dan menemukan seorang mahasiswa yang dengan bermotor revo .Pria itu bernama pahur . Seorang mahasiswa lugu dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Di halte, Mereka berbicara sembari berbagi cerita tentang kesulitan menunggu hujan re...