Langsung ke konten utama

Dari Buku KeBuku Menemukan Inspirasi Di Rumah Baca Aksara (RBA)

Mei 11, 2024

Himpunan Mahasiswa Jurnalistik Dan Fotografer (HMJF) Universitas Indonesia Katolik (UNIKA) St.Paulus Ruteng mengunjungi Rumah Baca Aksara (RBA) Carep, Kec. Langke Rembong, Kabupaten Manggarai , Nusa Tenggara Timur. Mereka berangkat 15:30 dan tiba disana 16 :00 WITA.

            Anggota HMJF TEAM Bersama Penghuni Rumah Baca Aksara (RBA)

Adapun Tujuan dari kunjungan mereka ketempat ini, guna menjalin tali persaudaraan dan untuk berdiskusi bagaimana menjadi jurnalis yang baik. Setibanya disana, mereka mulai dengan perkenalan diri, mereka mulai dari perkenalan nama,tempat tinggal beserta prodi yang mereka ambil di UNIKA St. Paluus Ruteng ,dan mahasiswa tersebut menyampaikan apa yang memotivasi mereka sehingga ingin menjadi jurnalis.

“Awalnya Aku sangat sulit memulainya dari mana. Terkadang pikiran mengarah pada apa yang ingin ditulis, tetapi nyatanya tidak sampai pada kata yang ingin disusun. Begitu pula dengan diskusi sore hari ini. Banyak hal baru yang aku dapat dari berbincang bersama penghuni RBA, tetapi sangat sulit untukku tuangkan dalam sebuah tulisan”. Ujar dari Salah Satu Mahasiswi Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar (PGSD).

Bang Yudi bersama temanya menanggapi pertanyaan ini dengan sebuah kalimat yaitu jadilah orang yang banyak membaca agar memperoleh dan menemukan banyak kosah kata.

Ada begitu banyak materi yang diberikan oleh kaka Yudi termasuk terkait masalah atau tantangan yang sering sering dihadapi oleh sorang jurnalis dalam menggali sebuah masalah. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, profesi jurnalistik tetap memegang peran penting dalam menyediakan informasi yang akurat dan objektif bagi masyarakat. Kemampuan jurnalis dalam mengatasi masalah-masalah tersebut akan menentukan kualitas dan kredibilitas pemberitaan.

 RBA menggunakan buku sebagai ruang berbagi pengetahuan sekaligus medium perjumpaan dengan berbagai pihak untuk lebih melek berliterasi agar sedapat mungkin bisa membaca konteks beragam referensi pengetahuan pustaka sebab literasi hari ini berevolusi dengan tantangan zaman.

“Rumah Baca Aksara terlihat sederhana , namun penuh kehangatan dan ramah bagi pengunjung..terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat..salam literasi”ujar dari Bapak Yudi salah satu orang yang tinggal di RBA.

          Bapak Habim sedang memberikan apresiasi dan harapanya pada mahasiswa HMJF TEAM

Harapan Dan Apresiasi

Bang Habim salah satu penghuni RBA (rumah baca aksara) memberikan apresiasi yang tinggi kepada teman-teman HMJF TEAM “saya harap pertemuan ini menjadi langkah awal bagi teman-teman agar menjadi seorang jurnalis yang baik dan kami harap kamu semua selalu mengunjungi RBA dan kamu bisa kerjakan tugas perkuliahan kamu di rumah baca aksara (RBA). Sabuah kalimat dari Bapak Habim “Organisasi adalah gagang pisau tanpa ada organisasi kita tumpul atau kita runtuh dalam menghadapi masalah yang sering kita jumpai. Gerakan Rumah Baca Aksara (RBA) adalah kolektif dan literasi. Mampu mencerdaskan anak bangsa.

 

HENDRIANUS JERINUS PAHUR, HMJF TEAM TEOLOGI


 




Postingan populer dari blog ini

Dari Seorang Laki-Laki Pendosa Kepada perempuan Berjubah ”Suara Dalam Keheningan”

Terkadang dalam sunyi, kita mendapati diri kita terjerat dalam alunan kesalahpahaman , terpilin di antara harapan dan realitas yang tak terucap. Pada suatu pagi yang sunyi, ketika kabut masih menyelimuti hati, aku menemukan diriku terperangkap dalam pergulatan antara keinginan dan keputusasaan.         Dalam susana yang hening Perempuan berjubah , dalam keheningan pagi ini, doaku adalah seutas benang yang tersusun dari kata-kata yang tergores di antara relung hati yang penuh dosa. Apa kabarmu hari ini? Apakah kau masih terbaring di tempat tidur, ataukah kau sedang merangkai kata-kata yang membentuk narasi yang mempesona, meramu kalimat demi kalimat menjadi sebuah karya yang menggetarkan jiwa?   Ketika kau pertama kali menghampiriku, aku seperti jiwa yang tenggelam dalam lautan api neraka, terbakar oleh dosa-dosa yang menghantui. Kau datang dengan janji surga, sebuah surga yang kau gambarkan begitu indah, damai, dan penuh cahaya. Aku memandang jubahmu yang menena...

AKU KETUK PINTU TUA ITU

     Ketika fajar mulai menyinsing, aku duduk sambil menatap indahnya suasana dipagi hari. Dalam kemelut hati kecilku aku berdoa agar aktivitas belajar mengajar hari ini berjalan dengan lancar. Seketika itu juga, aku mengambil dompetku dan melihat isinya yang sudah mulai menipis   aku menemukan selembar kertas yang aku pernah sisipkan di dalam saku kecil dompet itu. Ketika aku membuka kertas itu aku menemukan 20 foto yang masih utuh, dan foto-foto kecil itu membuat aku flashback dengan momen hore yang telah aku lewati yaitu masa putih abu yang hanya tinggal kalbu .      Aku membuka lembar demi lembar dan aku menyusunyan dengan rapi. aku mencari foto kecil yang dulu pernah mengukir romansa yang indah bersamaku. Kami menciptakan panorama yang begitu indah sehingga menciptakan keromantisan yang sulit dilupakan. Parasnya selaras dengn kecerdasanya, dan bahkan itu semua menjadi tawanan bagi hati kaum adam. Aku mulai duduk dan merenung, ketika aku menemuka...

ANGAN TAK SAMPAI

Memandangi hujan yang semakin deras. Ruteng - kota dingin yang menjadi saksi pertemuan singkat seorang mahasiswa dengan perempuan muda yang tidak dikenalnya. Di sebuah halte yang sepi, seorang perempuan muda berdiri sambil menunggu keluarganya datang menjemputnya. perempuan muda itu juga  ternyata baru pulang dari kampusnya. Ia tidak menyangka, hujan akan turun deras tanpa tanda-tanda sebelumnya. Perempuan muda itu menunggu di bawah atap halte, berharap hujan segera reda. Sesekali, ia mengintip ke jalan mengamati tetes-tetes hujan yang jatuh dan memantul di aspal . Hatinya gelisah, karena setiap detik yang berlalu semakin membuatnya terlambat untuk kembali ke rumahnya. Tiba-tiba, perempuan muda itu merasakan senyuman hangat di sampingnya. Ia berbalik dan menemukan seorang mahasiswa yang dengan bermotor revo .Pria itu bernama pahur . Seorang mahasiswa lugu dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Di halte, Mereka berbicara sembari berbagi cerita tentang kesulitan menunggu hujan re...