Langsung ke konten utama

Mahasiswa Program studi parodi teologi 2023 siap sukseskan Dies Natalis Unika St Paulus Ruteng

Gabungan dari mahasiswa Program studi pendidikan teologi angkatan 2023, bergotong royong dalam mengerjakan format untuk teater tradisional Manggarai ; "Randang Mose", berlokasi di lapangan kampus Universitas Katolik Santo Paulus Ruteng (UNIKA), St Paulus Ruteng, pada hari Senin, 13 Mei 2024.

Para mahasiswa begitu antusias dalam menjalankan tugas masing-masing, mulai dari pemasangan patok kerangka tarian dan banyak lagi pekerjaan lainnya.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari dukungan mahasiswa program studi pendidikan teologi angkatan 2023 dalam memeriahkan acara Dies natalis Universitas Katolik Indonesia Santo Paulus Ruteng yang berulang ulang tahun ke-65 tahun.

Romo Ino sebagai dosen mata kuliah Budaya Daerah dan Inkulturasi dan juga sebagai pembimbing UKM Budaya UNIKA St Paulus memandu para mahasiswa dengan membagi para mahasiswa ke dalam kelompok-kelompok.
Kelompok-kelompok ini kemudian ditugaskan masing-masing membuat format tarian, seperti ada yang membuat tulisan; APK, 1959, STK dan sebagainya.

Seorang mahasiswa Program studi pendidikan teologi bernama Arintianus Sarianto mengatakan, "Sebagai mahasiswa yang masih baru bergabung dalam UKM Budaya ini, kita harus berani melibatkan diri demi mendapatkan ilmu yang baru, tentunya itu bagian dari kreativitas kita jika nantinya terjun ke masyarakat.



Cuaca yang panas tidak menyurutkan semangat dan antusias para mahasiswa untuk melakukan pekerjaan tersebut. Disela-sela kegiatan itu, Romo ino menerangkan makna dan arti dari kerangka Teater Randang Mose ini yang dimana disimbolkan oleh air sungai dan pohon, "Kerangka atau format teater Randang Mose yang kita buat ini bukan serta-merta untuk bergaya saja melainkan ada makna yang terkandung dalam kehidupan masyarakat Manggarai, dimana air itu melambangkan sumber kehidupan

 masyarakat Manggarai yang melekat di setiap individu, begitu juga dengan pohon, pohon melambangkan kehidupan masyarakat Manggarai juga, dimana pohon memiliki akar "wakar(roh)/akar", akar halus yang merupakan dasar dan merupakan bagian penting dari pohon itu, tuturnya. 

Hendrianus Pahur HMJF TEAM

Postingan populer dari blog ini

Dari Seorang Laki-Laki Pendosa Kepada perempuan Berjubah ”Suara Dalam Keheningan”

Terkadang dalam sunyi, kita mendapati diri kita terjerat dalam alunan kesalahpahaman , terpilin di antara harapan dan realitas yang tak terucap. Pada suatu pagi yang sunyi, ketika kabut masih menyelimuti hati, aku menemukan diriku terperangkap dalam pergulatan antara keinginan dan keputusasaan.         Dalam susana yang hening Perempuan berjubah , dalam keheningan pagi ini, doaku adalah seutas benang yang tersusun dari kata-kata yang tergores di antara relung hati yang penuh dosa. Apa kabarmu hari ini? Apakah kau masih terbaring di tempat tidur, ataukah kau sedang merangkai kata-kata yang membentuk narasi yang mempesona, meramu kalimat demi kalimat menjadi sebuah karya yang menggetarkan jiwa?   Ketika kau pertama kali menghampiriku, aku seperti jiwa yang tenggelam dalam lautan api neraka, terbakar oleh dosa-dosa yang menghantui. Kau datang dengan janji surga, sebuah surga yang kau gambarkan begitu indah, damai, dan penuh cahaya. Aku memandang jubahmu yang menena...

AKU KETUK PINTU TUA ITU

     Ketika fajar mulai menyinsing, aku duduk sambil menatap indahnya suasana dipagi hari. Dalam kemelut hati kecilku aku berdoa agar aktivitas belajar mengajar hari ini berjalan dengan lancar. Seketika itu juga, aku mengambil dompetku dan melihat isinya yang sudah mulai menipis   aku menemukan selembar kertas yang aku pernah sisipkan di dalam saku kecil dompet itu. Ketika aku membuka kertas itu aku menemukan 20 foto yang masih utuh, dan foto-foto kecil itu membuat aku flashback dengan momen hore yang telah aku lewati yaitu masa putih abu yang hanya tinggal kalbu .      Aku membuka lembar demi lembar dan aku menyusunyan dengan rapi. aku mencari foto kecil yang dulu pernah mengukir romansa yang indah bersamaku. Kami menciptakan panorama yang begitu indah sehingga menciptakan keromantisan yang sulit dilupakan. Parasnya selaras dengn kecerdasanya, dan bahkan itu semua menjadi tawanan bagi hati kaum adam. Aku mulai duduk dan merenung, ketika aku menemuka...

ANGAN TAK SAMPAI

Memandangi hujan yang semakin deras. Ruteng - kota dingin yang menjadi saksi pertemuan singkat seorang mahasiswa dengan perempuan muda yang tidak dikenalnya. Di sebuah halte yang sepi, seorang perempuan muda berdiri sambil menunggu keluarganya datang menjemputnya. perempuan muda itu juga  ternyata baru pulang dari kampusnya. Ia tidak menyangka, hujan akan turun deras tanpa tanda-tanda sebelumnya. Perempuan muda itu menunggu di bawah atap halte, berharap hujan segera reda. Sesekali, ia mengintip ke jalan mengamati tetes-tetes hujan yang jatuh dan memantul di aspal . Hatinya gelisah, karena setiap detik yang berlalu semakin membuatnya terlambat untuk kembali ke rumahnya. Tiba-tiba, perempuan muda itu merasakan senyuman hangat di sampingnya. Ia berbalik dan menemukan seorang mahasiswa yang dengan bermotor revo .Pria itu bernama pahur . Seorang mahasiswa lugu dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Di halte, Mereka berbicara sembari berbagi cerita tentang kesulitan menunggu hujan re...